• komdaalkhairaatkotagto@gmail.com
  • +62 823-4979-0813
News Photo

Ketua Utama Alkhairaat Tegaskan Wewenang KOMDA: Meningkatkan Disiplin Pendidik demi Mutu Madrasah

PALU – Dalam suasana penuh kekeluargaan, rombongan silaturahim dan jalsah Haul Guru Tua dari Alkhairaat Kota Gorontalo menggelar pertemuan khusus bersama Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempertegas arah gerak organisasi di tingkat daerah, khususnya di wilayah Gorontalo.

Penguatan KOMDA: Ujung Tombak Pendidikan

​Salah satu poin krusial yang dibahas dalam jalsah tersebut adalah penguatan peran Komisariat Daerah (KOMDA) Alkhairaat. Habib Alwi menekankan bahwa keberlangsungan pendidikan Alkhairaat di setiap daerah sangat bergantung pada militansi dan tata kelola KOMDA. KOMDA diharapkan tidak hanya menjadi pengawas administratif, tetapi juga motor penggerak yang memastikan nafas pendidikan peninggalan Guru Tua tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Regulasi Kedisiplinan Pendidik

​Pertemuan ini juga membedah wewenang KOMDA terkait regulasi dan kedisiplinan Guru serta Tenaga Kependidikan. Habib Alwi menegaskan bahwa Komda memiliki otoritas dalam mengawal kedisiplinan pendidik, tanpa memandang status asal-usul kepegawaian mereka.

​"Baik guru yang berasal dari kementerian agama, Diknas, maupun guru yayasan, selama mereka mengabdi di bawah panji Alkhairaat, maka regulasi kedisiplinan harus tegak lurus dengan aturan organisasi," tegas salah satu poin dalam pertemuan tersebut.

​Hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga mutu pendidikan dan marwah lembaga di mata masyarakat.

Meluruskan Makna "Abnaul Khairaat"

​Menutup rangkaian diskusi, muncul sebuah pesan mendalam mengenai jati diri Abnaul Khairaat. Habib Alwi meluruskan pandangan yang selama ini mungkin dianggap sempit oleh sebagian kalangan.

​Ditegaskan bahwa Abnaul Khairaat bukanlah label yang terbatas hanya bagi mereka yang pernah mengenyam pendidikan atau lulusan formal (alumni) dari sekolah-sekolah Alkhairaat saja.

​"Siapa saja yang berkhidmat untuk Alkhairaat, memiliki dedikasi tinggi, serta berkomitmen melanjutkan perjuangan Guru Tua dalam dakwah dan pendidikan, maka dialah Abnaul Khairaat," pungkasnya.

​Definisi inklusif ini diharapkan mampu membakar semangat para muhibbin dan simpatisan di setiap KOMDA masing-masing daerah, terlebih khusus Gorontalo untuk terus berkontribusi nyata bagi kebesaran Alkhairaat, tanpa merasa tersekat oleh status administratif, dan hal ini telah sebagai tindak lanjut kebijakkan yang telah diterapkan di beberapa KOMDA di sebagian daerah. Harapannya KOMDA Gorontalo dapat menerapkan hal yang sama.

Bagikan Berita

Komentar

Do you want to get our quality service for your business?