• komdaalkhairaatkotagto@gmail.com
  • +62 823-4979-0813
News Photo

Menjemput Berkah, Meniti Teladan: Rombongan Alkhairaat Kota Gorontalo Bertolak Menuju Haul Guru Tua

GORONTALO – Gema selawat dan semangat kerinduan mengiringi keberangkatan rombongan Alkhairaat Kota Gorontalo dalam perjalanan panjang menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sebanyak 35 orang jemaah resmi dilepas pada Ahad (29/3/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WITA untuk menghadiri perhelatan akbar Haul Guru Tua.

​Dengan menggunakan tiga armada—terdiri dari satu unit mini bus dan dua kendaraan pribadi—rombongan ini memulai road trip religi yang diperkirakan memakan waktu tempuh selama 18 jam. Jika perjalanan berjalan sesuai rencana, para jemaah diprediksi akan tiba di Bumi Tadulako pada Senin pukul 11.00 WITA.

Lebih dari Sekadar Perjalanan Fisik

​Bagi rombongan Alkhairaat Kota Gorontalo, kehadiran di Haul Guru Tua bukan sekadar rutinitas tahunan. Kegiatan ini merupakan momentum krusial untuk:

  1. ​Menyemarakkan Syiar: Memperkuat syiar Islam dan eksistensi Alkhairaat.
  2. ​Meniti Teladan: Mengambil pelajaran dari semangat juang Sang Pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua).
  3. ​Penguatan Batin: Menjadikan momen haul sebagai energi spiritual untuk melanjutkan perjuangan pendidikan dan dakwah di wilayah Gorontalo.

Persiapan Matang dan Pesan Mendalam

​Ketua rombongan menjelaskan bahwa keberangkatan ini telah melalui persiapan yang sangat detail. Tidak hanya soal teknis kendaraan dan logistik, namun juga kesiapan fisik, mental, hingga koordinasi administrasi.

​Dalam sebuah pesan yang sarat akan makna, rombongan mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk memaknai haul ini sebagai "ziarah hati".

​"Haul ini bukanlah sekadar angka yang bertambah di kalender, melainkan detak rindu yang memanggil kita pulang ke sumber ketulusan. Kita datang bukan hanya untuk memenuhi barisan, tapi untuk membasuh jiwa yang kering dengan embun keteladanan Sang Murabbi," ungkap salah satu perwakilan rombongan.

​Harapan besarnya, setiap langkah menuju Palu menjadi bukti janji para abnaul khairaat untuk terus menjaga pelita pendidikan dan merawat persaudaraan yang telah diwariskan oleh Guru Tua. Melalui perjalanan ini, rombongan berharap dapat pulang membawa semangat baru demi kemaslahatan umat di daerah asal.

Bagikan Berita

Komentar

Do you want to get our quality service for your business?